Climatechange

Pusat Informasi Perubahan Iklim

Praktek Climate Smart Agriculture Di Lahan Gambut (2)

1.2.2. Pemberian Motivasi dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Menindak lanjuti rekomendasi hasil studi potensi di atas, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengkonsolidasi masyarakat petani potensial. Konsolidasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman tentang praktek CSA yang akan dikembangkan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami bahwa praktek CSA ini tidak hanya berorientasi pada sisi ekonomi semata, namun juga berorientasi pada sisi ekologis yang menekan pada upaya mengurangi emisi GRK dari lahan gambut. Serta memberikan pemahaman tentang arti penting kenapa sisi ekologis dijadikan tujuan dan dampaknya bagi masyarakat.

 

Adapun bentuk pemberian motivasi dan peningkatan kapasitas masyarakat yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a.Diskusi Terfokus (FGD)

FGD merupakan media untuk menggali lebih jauh tentang berbagai informasi di masyarakat. Pada kegiatan ini difokuskan untuk menggali pemahaman dan pengalaman masyarakat tentang budidaya tanaman. FGD ini juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi dan transformasi pengetahuan tentang konsep CSA kepada masyarakat.

Saat ini FGD sudah menjadi metode dalam berbagai pertemuan di tingkat komunitas.  Adapun tematik dari diskusi yang dilakukan lebih ditekankan pada pemecahan masalah atau kendala yang berkaitan dengan praktek CSA. Hasil dari diskusi ini berupa solusi atas kendala yang dihadapi dan rekomendasi rencana tindak lanjut.

Gambar 2. Proses pelaksanaan FGD di Desa Kota Kandis Dendang.

Foto oleh : Hamdani Alwi (Dok : KKI WARSI/2013)

Lokasi pelaksanaan FGD selalu berganti. Cara ini untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.  Saat ini di beberapa kelompok masyarakat telah membuat jadwal berkala untuk pelaksanaan FGD. Sedangkan pada  beberapa kelompok masyarakat lainnya  ada juga yang membuat jadwal FGD berdasarkan jika ada kebutuhan atau bersifat insidentil.

b. Tutorial dan Praktek Lapang Ilmu Praktis

Sebagai upaya peningkatan transfer pengetahuan tentang praktek pertanian dengan konsep CSA, maka diberikan peningkatan kapasitas dalam bentuk tutorial dan praktek lapang. Dalam pelaksanaannya, materi yang diberikan berkaitan langsung dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.  Selain itu juga berdasarkan kebutuhan dan ketertarikan dari masyarakat petani. Jenis tanaman yang menjadi topik bahasan meliputi tanaman dari rekomendasi studi potensi, yaitu Kakao, Lada, dan Kopi Excelsa.

Guna memaksimalkan hasil dari transfer pengetahuan ini, alokasi waktu untuk praktek  langsung lebih dibanyakkan.  Perbandingannya, untuk tutorial dialokasikan waktu sekitar 20 persen. Sedangkan 80 persen waktu dialokasikan untuk praktek langsung. 

Gambar 3. Masyarakat melakukan Praktek Lapang penyetekan tanaman Kakao di Desa Sungai Beras.

Foto oleh : Hamdani Alwi (Dok : KKI WARSI/2013)

Tutorial dan praktek yang diiringi dengan penambahan motivasi ini telah diberikan untuk seluruh jenis tanaman yang direkomendasikan dari hasil studi potensi. Dan pelaksanaannya telah dilakukan beberapa kali pada masing-masing lokasi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, terlihat bahwa peningkatan kapasitas masyarakat yang diberikan telah diaplikasikan. Bentuknya adalah dengan adanya inisiatif untuk membuat sumber bibit secara mandiri. Adapun bibit yang coba dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat adalah Lada dan Kopi Excelsa.

Bersambung...

 

 

PUSAT INFORMASI PERUBAHAN IKLIM

Mengupayakan terciptanya pembangunan dan pengembangan azas-azas konservasi berbasis masyarakat yang berkeadilan, berkesetaraan, partisipatif, keterbukaan dan berkelanjutan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup manusia masa kini tanpa mengancam pemenuhan kebutuhan hidup generasi berikutnya.

 

Photo Gallery

HHBK3.jpg

Visitor

Today 9

Week 31

All 1132

Loading ...