Climatechange

Pusat Informasi Perubahan Iklim

Pelatihan Peningkatan Taraf Hidup Suku Adat Marginal

Kemerdekaan negara Indonesia yang sudah dirasakan sejak 69 tahun yang lalu belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat. Bahkan kehadiran negara dalam beberapa lokasi masih belum dinikmati oleh masyarakatnya. Komunitas adat marginal merupakan salah satu kelompok yang belum merasakan sepenuhnya arti dari kemerdekaan tersebut. Adapun kelompok ini di sumatera bagian tengah seperti Orang Rimba, Orang Talang Mamak dan Orang Batin Sembilan. Masih banyak kebijakan yang kurang berpihak pada kelompok seperti ini. Rasa aman, nyaman, rasa terlindungi dari negara, belum didapatkan oleh suku adat marginal ini. 

Read more ...

Pelatihan Pengembangan Sistem Usaha Tani Terpadu

Sejak isu Pemanasan Global mencuat dan menjadi perbincangan hangat para pihak di seluruh dunia, maka strategi adaptasi dan mitigasi terhadap dampak isu ini terus dimunculkan. 

Salah satu dampak paling fenomenal dari isu ini adalah terjadinya Perubahan Iklim. Akibatnya banyak sekali bencana yang terjadi di seluruh belahan bumi. Meningkatnya permukaan air laut, mencairnya es di kutub utara, hingga semakin seringnya terjadi banjir dan kekeringan panjang adalah beberapa contoh akibat terjadinya Perubahan Iklim. 

Implementasi dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menjadikan seluruh arahan pembangunan di seluruh dunia selalu dikaitkan dengan isu ini. Sehingga muncul beberapa konsep seperti : Pembangunan Rendah Karbon/Emisi, Pembangunan Hijau, Ekonomi Hijau, dll. Semua konsep ini berada dalam satu irisan, yakni pembangunan yang berkelanjutan.  Di tingkat lokal, pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian dari konsep pembangunan pemerintah Provinsi Jambi. Konsep ini tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jambi (RPJMD) 2011-2015,  dimana dalam pembangunan Provinsi Jambi selain fokus pada pro growth, pro job, dan pro poor, juga meletakkan pro environment sebagai fokus pembangunan dengan konsep geen economy. 

Praktek pembangunan berkelanjutan diterapkan pada seluruh bidang. Sebagai contoh, di bidang pertanian muncul istilah pertanian berkelanjutan. Istilah ini lahir sebagai respon atas upaya memadukan keberlanjutan usaha tani dengan upaya pengurangan dampak perubahan iklim. Menurut Reintjes dkk (1992) pertanian berkelanjutan adalah pertanian yang secara ekologis dapat dipertanggungjawabkan, secara ekonomi dapat dijalankan, secara sosial berkeadilan, berperikemanusiaan serta dapat menyesuaikan diri. Untuk istilah pertanian berkelanjutan ini, sebagian besar masyarakat tani sudah cukup lama mendengarnya, tetapi praktek pelaksanaannya seperti apa, tidak banyak yang tahu.

Praktek pertanian berkelanjutan yang sudah dikembangkan dan dilakukan oleh masyarakat tani di Indonesia adalah melalui Sistem Usaha Tani Terpadu. Menurut Prajitno (1992) sistem usaha tani terpadu sebenarnya sudah lama dipraktekkan oleh masyarakat tani. Sistem dilakukan sebagai ekspresi dari usaha mereka menghadapi tantangan lingkungan yang ada untuk bertahan hidup. Hanya sayang pengembangannya sepotong-sepotong, tidak terintegrasi. Munculnya sistem usaha tani terpadu ini juga dikarenakan adanya faktor pembatas dalam usaha peningkatan produksi pertanian di tingkat petani. Sebagai contoh adalah lahan.  Kunci upaya peningkatan produksi akan terletak pada adanya interaksi antara berbagai bentuk usaha tani yang saling mendukung sifatnya.

Read more ...

PUSAT INFORMASI PERUBAHAN IKLIM

Mengupayakan terciptanya pembangunan dan pengembangan azas-azas konservasi berbasis masyarakat yang berkeadilan, berkesetaraan, partisipatif, keterbukaan dan berkelanjutan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup manusia masa kini tanpa mengancam pemenuhan kebutuhan hidup generasi berikutnya.

 

Photo Gallery

HHBK6.jpg

Visitor

Today 2

Week 16

All 2752

Loading ...